Saturday, June 15, 2013

Cara Setting Nada Dering Untuk Windows Phone

Lain ladang lain pula belalang, itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan cara setting atau menggunakan mp3 sebagai nada dering.

Dulu waktu masih zamannya ponsel java, untuk setting nada dering cukup dengan masuk penganturan panggilan >> nada dering >> dan pilih mp3 yang ingin dijadikan nada dering. Kalau ponsel android lain lagi, di ponsel android yang aku pakai, harus masuk ke player musik dulu, kemudian pilih lagu untuk diputar, pada menu pilihan pilih jadikan sebagai nada dering (OS Android gingerbread)

Lalu bagaimana cara setting nada dering untuk smartphone yang ber-OS windows phone? Caranya akan saya jabarkan berikut ini. Caranya mudah sekali kok. Tidak perlu software apapun. yang dibutuhkan hanya kabel data smartphone-nya dan komputer atau laptop.

Cara setting nada dering untuk windows phone adalah sebagai berikut urut-urutannya:

  • Colokkan kabel data smartphone ke komputer, kemudian disambungkan dengan smartphone windows phone. Pastikan smartphone windows phone terdeteksi seperti flashdisk 
  • Copy mp3 yang ingin kita jadikan nada dering ke folder ringtone yang ada di drive windows phone. Terserah kita berapa lagu yang mau kita masukkan ke folder ringtone. 
  • Jika semua lagu yang kita inginkan sudah masuk folder ringtone di drive windows phone, eject atau lepaskan smartphone dari kabel datanya. 
  • Sekarang masuk ke setting di smartphone kita. Pilih nada dering dan suara >> nada dering, klik dan pilih salah satu lagu yang telah kita masukkan tadi 
  • Selesai 


Bagaimana? Mudah kan Apa yang saya tulis di atas adalah pengalaman saya sendiri. Sebelum tahu tentang cara ini, saya menggunakan aplikasi untuk menggunakan nada dering yang saya inginkan. Ternyata! petunjuk cara di atas sudah ada di bagian setting telepon, tetapi kita saja yang malas untuk baca-baca

Monday, June 10, 2013

Peran Blogger dalam Melestarikan Warisan Budaya



Peran serta seorang blogger dalam upaya ikut melestarikan warisan budaya nenek moyang adalah seperti yang akan saya lakukan ini, yaitu dengan menuliskan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah ke dalam blog yang saya miliki. Berhubung saya mengikuti acara ABFI di Solo dan tempat-tempat yang saya kunjungi adalah Mangkunegaran Art Festival, Candi Sukuh, dan Keraton Surakarta, maka saya akan menuliskan kunjungan ke tempat-tempat tersebut di atas ke dalam blog pribadi saya.

Tarian Kupu-kupu

Latihan Kirab

Kunjungan Pertama saya adalah ke Mangkunegaran Art Festival. Di tempat ini saya dapat menikmati pertunjukan yang digelar secara gratis tis. Pengunjung tidak ditarik uang sepeser pun untuk menyaksikan pertunjukan yang digelar. Mungkin pengunjung hanya merogoh kocek untuk parkir atau membeli minuman atau makanan dikala haus atau lapar. Kemarin saya dapat menyaksikan pertunjukan tari dan operet anak. Ada tiga jenis tari yang ditampilkan, sedangkan operet anak menampilkan cerita tentang buto ijo dan timun mas.
Untuk tarian yang pertama menceritakan tentang seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan segala aktivitasnya, sedangkan tari kedua adalah tari kupu-kupu, dan tari terakhir menceritakan tentang aktivitas sehari-hari. Tari yang terakhir tersebut adalah tari yang diciptakan oleh raja solo terakhir sebelum beliau wafat. Untuk operet anak, saya kira tidak perlu untuk diceritakan, kita tentu sudah hafal di luar kepala.
Kunjungan selanjutnya agak jauh dari lokasi ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI), bahkan keluar dari kota Solo, tepatnya berada di kabupaten Karanganyar. Nama tempat yang kami kunjungi adalah sebuah candi kecil, yang dikenal dengan nama Candi Sukuh. Terletak di ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut, dengan jalan yang terjal sehingga akan sulit menjangkaunya jika kendaraan yang ditumpangi tidak sehat. Seperti yang dialami rombongan saya dan rombongan di belakang. Mobil yang kami tumpangi tidak kuat naik, terpaksa harus dijemput mobil lain yang lebih sehat.

Nama Candi Sukuh sendiri diambil dari nama desa tempat candi tersebut berada. Candi Sukuh pertama kali diketahui pada tahun 1815 oleh Johnson, yang diberi tugas oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data untuk menulis buku The History of Java. Candi Sukuh berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Karanganyar dan sekitar 36 kilometer dari kota Solo.

Candi Sukuh termasuk candi Hindu, dasarnya adalah ditemukannya obyek pujaan berupa Lingga dan Yoni. Ada yang mengartikan Lingga dan Yoni adalah alat kelamin laki-laki dan perempuan. Saya untuk sementara setuju dengan pendapat ini karena ada bukti berupa patung yang menyimbolkan tersebut, yaitu sebuah relief yang menyerupai rahim wanita dan sebuah patung yang menggambarkan sedang memegang 'burung'. Candi Sukuh kalau dilihat lebih mirip dengan peninggalan budaya suku Maya di Meksiko, atau peninggalan budaya Inca di Peru, ada juga yang menghubungkannya dengan bentuk piramida di Mesir. Teman saya yang seorang traveler bilang "mungkin yang membuat candi ini dulu adalah seorang traveller yang pernah mengunjungi meksiko atau peru, dan juga pernah singgah di mesir". Ada-ada saja.

Kunjungan terakhir yaitu ke keraton Surakarta. Keraton Surakarta didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1744, sebagai pengganti istana atau keraton Kartasuro yang porak poranda karena geger pecinan tahun 1943. Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini ditetapkan sebagai istana resmi kasunanan Surakarta. Sampai saat ini, keraton Surakarta masih ditempati Raja dan keluarganya. Tradisi-tradisi yang dilakukan keraton juga masih dilestarikan sampai saat ini, seperti Gerebeg, Sekaten, dan lain-lain.
Lalu dimana peran seorang blogger dalam ikut melestarikan warisan sejarah dan budaya? Jawabannya sudah saya jawab di paragraf pertama. Penjelasannya akan saya uraikan berikut ini. Seorang blogger yang menulis kembali tentang sebuah warisan sejarah atau budaya ke dalam blognya, berarti ikut mencatat sejarah dalam bentuk tulisan. Tentunya bukan cuma dalam bentuk tulisan yang diposting di blognya, si blogger juga biasanya menambahkan foto atau video sebagai pelengkap atau bukti bahwa si blogger mendiskripsikan apa yang dia lihat langsung. Misalnya semua orang yang ikut rombongan ke candi sukuh kemarin menuliskannya ke dalam blog masih-masih dan mengambil foto obyek dari sudut yang berbeda-beda, maka akan semakin menguatkan bukti otentik jika suatu masa nanti, warisan sejarah atau budaya telah hancur atau musnah, anak cucu kita bisa merekontruksi kembali dengan berpedoman dari apa yang telah kita tuliskan ke dalam blog. Maka dari itu, sebagai seorang blogger jangan asal tulis, tetapi carilah kebenaran sumber, biar anak cucu kita nanti tidak salah dalam merekontruksi warisan sejarah atau budaya yang telah musnah

Sunday, June 9, 2013

Loenpia Keep Semarang Heritage

di dalam gedung marabunta

Hari ini, minggu 9 juni, loenpia.net mengadakan acara yang bertema "Loenpia Keep Semarang Heritage", acara yang di dukung telkomsel ini sedianya diadakan minggu lalu, tetapi karena jadwalnya sangat mepet dan persiapan masih kurang, acaranya diundur hari ini.

Bertempat di Marabunta, sekitar jam 9 pagi acara dimulai. Diawali dengan presentasi Bapak Sukawi, dosen arsitektur Undip, memaparkan tentang sejarah kota lama, perkembangannya sampai saat ini, sampai masalah yang dihadapi kota lama dalam rangka menjaga dan melestarikan warisan bersejarah yang berupa gedung-gedung tua. Masalah yang dihadapi diantaranya rob dan banjir, kedua masalah ini yang kalau tidak dicarikan solusi bisa merusak gedung-gedung tua. Gedung marabunta yang sekarang dijadikan tempat acara, hanyalah relokasi dari gedung yang sebenarnya, yang letaknya persis disebelahnya.

gedung marabunta

Setelah acara presentasi tentang kota lama selesai, acara dilanjut dengan jalan bersama-sama menyusuri kota lama. Diawali dengan jalan menuju taman Sri Gunting. Jalan-jalan kali ini bukan jalan-jalan biasa, karena akan ada hadiah untuk mereka yang bisa menjawab clue yang diberikan panitia, jawabannya berupa twitpic yang dimention ke @loenpia dan mencantumkan hastag #18Lebih dan #SMGHeritage. Selanjutnya, seluruh peserta jalan menuju pos kedua di taman De Hock, di pos kedua ini disebut juga pos Treasure Hunt. Panitia menyembunyikan kertas-kertas yang bertuliskan telkomsel dan ada yang bergambar logo acara. Tugas peserta adalah mencari kertas-kertas ini, yang berhasil menemukannya berhak atas hadiah yang telah disediakan panitia, tapi sebelumnya harus twitpic kertas tersebut di atas ke @loenpia sebagai bukti telah menemukan.



Selesai Treasure Hunt, peserta berjalan lagi menuju pos terakhir yang terletak di polder tawang. Di pos ini, panitia memberikan clue lagi untuk lomba twitpic. Di tempat sekitar 10 menitan. Banyak peserta yang foto-foto, baik foto narsis maupun foto yang meng-explore polder tawang. Penulis sendiri juga mengambil foto-foto di polder tawang ini.

polder tawang

Sepuluh menitan berlalu, seluruh peserta kembali ke gedung marabunta untuk penutupan acara dan pembagian hadiah. Berjalan sekitar 5 menitan dari polder tawang, di gedung marabunta, panitia sudah menyediakan makan siang untuk disantap seluruh peserta. Sembari menikmati makanan, panitia membagikan hadiah untuk masing-masing lomba. Acara ditutup dengan foto bersama.

Semoga dengan adanya acara seperti ini, bisa lebih membuka wawasan kita untuk lebih mengenal sejarah dan ikut melestarikannya, walaupun itu hanya dalam sebuah tulisan di blog.

foto-foto lain bisa dilihat disini