Sunday, February 10, 2013

Penipuan dengan Modus Membeli Produk

Biasanya dialami oleh mereka yang berjualan secara online dan produk yang dijual harganya puluhan juta rupiah ke atas. Saya bilang biasa karena memang biasa terjadi. Beritanya sudah sampai pemberitaan di koran atau media berita lain.

Saya juga pernah mengalami, walaupun itu baru sebatas sms belaka. Mungkin kalau orang lain yang tidak tahu dan tidak berpikir logis, sms seperti itu ditanggapi dengan harapan sms seseorang dari antah berantah itu benar. Dalam sms yang pernah saya terima kira-kira bunyinya seperti ini "saya Ibu bla bla bla, sudah melihat dan cocok dengan harganya. Untuk selanjutnya, silahkan bicara dengan suami saya, H. Ridwan bla bla bla. Nomornya ini 081xxxxxxxxx".

Dapat sms di atas, dalam hati saya berkata 'lha siapa yang butuh! Kalau pembeli beneran, pasti yanga akan menghubungi, bukan malah minta dihubungi'. Dari sms  di atas saya sudah curiga kalau ini sms penipuan, bagaimana tidak. Pertama, dalam iklan yang saya unggah di sebuah situs jual beli online, saya tidak menyebutkan alamat secara terperinci, bagaimana bisa ada sms masuk yang mengabarkan jika pengirim sms sudah melihat dan cocok dengan produk yang saya jual. Kedua, saya sebagai penjual disuruh oleh pengirim sms untuk menghubungi nomor yang diberikan pengirim sms. Menurut saya ini juga aneh.
Biasanya yang butuh itu yang menghubungi, dan yang butuh membeli itu si pengirim sms. Modusnya seperti modus penipuan hadiah, dimana penerima hadiah disuruh menghubungi ke nomor tertentu. Kalau tidak penipuan, biasanya pihak pemberi hadiah yang menelepon penerima hadiah untuk konfirmasi nama dan alamat penerima.

Kenapa kalau penipuan, kita yang mau ditipu, yang disuruh untuk menghubungi si penipu? Kenapa tidak si penipu yang langsung menghubungi calon korbannya? Karena penipu berharap, calon korbannya itu yang butuh. Orang kalau lagi butuh bisa lupa segalanya, tidak menggunakan akal sehat, tidak berpikir logis. Itu yang diinginkan si penipu. Sebagai pembelaan atas kekhilafannya korban beralasan kalau dirinya telah digendam atau dihipnotis.

Iya, kalau Anda penjual produk online, jangan lupa untuk  mengaktifkan internet banking atau sms banking untuk mengecek saldo bank kita tiap waktu. Saya pernah punya pengalaman menjual buku kepada seseorang di Sumatra, pembeli tersebut bilang kalau dia sudah transfer sejumlah harga yang telah disepakati, melalui rekening BRI-nya. Dalam hati aku bilang cepat sekali, baru saja harga disepakati, beberapa menit kemudian dia mengabarkan kalau sudah transfer. Saya tidak berburuk sangka, kemudian saya cek rekening bank melalui internet. Hasilnya nihil. Tidak ada transferan sejumlah uang yang disms-kan si pembeli. Kalau saja kita tidak mengaktifkan internet banking atau sms bangking, bisa saja kita tertipu karena percaya apalagi jika si penipu menyertakan bukti transfer, sedangkan kita tidak bisa langsung mengecek rekening bank kita.

Maka dari itu waspadalah. Gunakan akal sehat. Berpikir logis, dan jangan serakah. Karena keserakahan itu bisa jadi awal kita tertipu. Percayalah, rejeki itu selalu mengalir untuk kita

0 comments:

Post a Comment