Wednesday, February 6, 2013

Orang dengan Darah Tinggi Pemarah?

Ada salah satu rekan kerja baru di kantor membawa sebuah alat untuk mengecek tensi atau tekanan darah. Semua yang ada di ruangan berminat untuk mengecek tekanan darah mereka, termasuk juga saya. Satu per satu mengecek tekanan darahnya. Hasilnya, dari 10 orang yang mengecek tensinya, 3 diantaranya mempunyai tensi atau tekanan darah tinggi, 1 orang dengan tekanan darah rendah, dan sisanya bertensi normal.

Ada yang nyeletuk dari hasil tes tensi. Mungkin karena sering marah-marah tensinya jadi tinggi. Saya menyanggah, lha si Ibu itu jarang marah-marah, hasil tesnya tinggi. Saya jadi penasaran, kemudian googling sana sini. Hasilnya di bawah ini.

Masyarakat luas menganggap pemarah ada kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Sedangkan menurut kedokteran atau penelitian, pemarah tidak identik dengan tekanan darah tinggi. Tetapi, pemarah bisa disebabkan oleh beberapa penyakit berikut ini:


  1. Hipertiroid. Produksi tiroid menyebabkan orang lebih mudah menjadi pemarah. 1 dari 100 perempuan mengidap overactive thyroid

  2. Kelebihan kolesterol. para pengidap kolesterol di inggris jadi lebih mudah pemarah

  3. Diabetes. Berkurangnya kadar gula mempengaruhi fungsi otak, salah satu efeknya adalah peningkatan temperamen atau kemarahan

  4. Depresi. Saya tidak heran jika depresi menyebabkan kemarahan

  5. Epilepsi. pengidap epilepsi bisa tiba-tiba marah setelah mengalami kejang-kejang

  6. PMS (Pre Menstrual Syndrome). Hanya terjadi pada wanita, dan saya sering jadi korban marah-marah wanita yang lagi PMS

  7. Insomnia. Benzodiasepine yang biasanya digunakan untuk resep insomnia mempunyai efek meningkatnya agresifitas

  8. Penyakit Wilson. Kelainan genetik yang berupa penumpukan logam berat di otak dan hati. Penumpukan yang terlalu banyak di otak bisa menyebabkan kerusakan, salah satunya yang sering dilaporkan adalah memicu perubahan kepribadian jadi lebih pemarah.

  9. Stroke. Kerusakan saraf otak sangat sering terjadi setelah serangan stroke. Jika kerusakan tersebut terjadi di bagian frontal lobe, maka kemampuan seseorang untuk mengontrol rasa empati, emosi dan juga agresi bisa sangat berkurang.

  10. Alzheimer. Lansia yang sudah mulai pikun karena terserang alzheimer biasanya jadi lebih sensitif

  11. Pembengkakan hati. Sirosis hati bisa menimbulkan hepatik enselopati dan mengubah kepribadian


sumber: detik health


Poin-poin di atas adalah penyebab orang jadi marah-marah. Jika seseorang suka marah-marah, dia beresiko terkena serangan jantung. Berdasarkan laporan Circulation, sebuah jurnal asosiasi kesehatan jantung, hubungan antara marah dan sakit jantung hanya hadir pada orang dengan tekanan darah normal. Faktor marah tidak menimbulkan efek yang sama pada orang dengan tekanan darah tinggi.


sumber: lampungads


Jadi jelas, orang dengan tekanan darah tinggi belum tentu menjadi pemarah. Efek pemarah bisa menyebabkan serangan jantung, dengan catatan orang tersebut tekanan darahnya normal.


Efek dari tekanan darah tinggi yaitu bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik jika tekanan darahnya tidak pernah dikontrol. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar pasien cuci darah adalah akibat komplikasi hipertensi yang diderita selama bertahun-tahun dan tidak pernah dikontrol. Selain menyebabkan penyakit ginjal, hipertensi juga bisa menyebabkan gangguan fungsi jantung, stroke, dan gangguan pada mata.


sumber: kompasiana


Jika saat ini tekanan darah Anda tinggi, berhati-hatilah. Anda yang suka marah, juga berhati-hatilah karena serangan jantung bisa mengancam Anda.


Jika Anda seseorang dengan tekanan darah tinggi dan seorang yang pemarah, maka Anda harus lebih hati-hati dua kali.


Mari jaga kesehatan, walaupun itu hanya dengan tetap bersabar untuk tidak marah


 

0 comments:

Post a Comment