Sunday, February 3, 2013

Mampukah Bisnis Ini bertahan?



Ceritanya, minggu kemarin tepatnya malam sabtu atau jum'at malam, komunitas blogger semarang atau biasa disebut loenpia.net mendapat undangan siaran radio. Lebih tepatnya diwawancarai di sebuah stasiun radio terkenal di kota semarang ini, dan tetap eksis diusianya yang lebih dari 36 tahun.

Judul tulisan ini memang mempertanyakan, apakah usaha atau bisnis radio ini akan bisa bertahan di era yang sudah berubah budayanya itu? Zaman dulu radio memang sangat populer dan jadi primadona karena masih jadi satu-satunya produk teknologi yang dapat dinikmati secara murah meriah. Kini eranya sudah berubah, produk teknologi banyak bermunculan; televisi, dvd, dan tentunya produk teknologi yang sedang booming yaitu smartphone. Dengan smartphone, kita bisa mencari hiburan apa saja, mulai dari mendengarkan musik, menonton video, sampai bermain game. Semua jadi satu dalam satu perangkat.



Ketika pertanyaan ini saya utarakan kepada teman-teman yang datang siaran, mereka masih percaya jika bisnis radio masih bisa bertahan, alasannya semua orang masih butuh hiburan dari radio. Orang yang dalam perjalanan naik mobil dan suka berita bisa mendengarkan radio yang menyiarkan berita. Bisa juga kalau misalnya orang sudah bosan dengan playlist yang ada di CD, VCD atau DVD, mendengarkan lagu-lagu yang diputar stasiun radio bisa menjadi alternatif hiburan.

Okelah kalau begitu. Bisnis radio masih akan tetap bertahan. Saya jadi ikut senang karena saya juga masih suka mendengarkan radio, terutama ketika  bekerja di kantor. Kalau sudah bosen mendengarkan playlist mp3 dikomputer, saya langsung menyalakan radio. Akhir-akhir ini komputer kantor lagi lemot, dari pada makin lemot dengan menjalankan player musik di komputer, saya lebih memilih menyalakan radio tua yang saya bawa dari rumah. Pagi sampai pulang kerja, total hanya mendengarkan radio.



Sedikit cerita. Habis wawancara di stasiun radio itu, kita yang terdiri 6 orang termasuk penyiarnya mencoba pecel di depan. Konon katanya warung pecel kaki lima itu selalu ramai sampai warung tutup jam 11 malam. Setelah mencoba pecelnya, ya lumayanlah. Harganya juga tidak terlalu mahal sih.

0 comments:

Post a Comment