Thursday, January 24, 2013

Ciri Iklan Lowongan Kerja Tipu-tipu

Mungkin mereka tidak menipu dalam arti sebenarnya, tetapi iklan lowongan yang mereka pasang tidak mencantumkan posisi spesifik yang dibutuhkan, makanya ketika ada yang melamar ternyata posisi yang ditawarkan adalah sebagai sales. Mereka yang memang mencari pekerjaan sebagi sales mungkin tidak masalah, bagaimana kalau merek yang tidak mencari posisi tersebut? Mereka merasa tertipu. Ada juga yang merasa tertipu karena kalau melamar kerjaan harus bayar pendaftaran dan kerjaan yang ditawarkan seperti Multi Level Marketing (MLM).

Penulis pernah mempunyai pengalaman melamar kerjaan, kalau memasukkan lamaran kerja harus membayar 15 ribu, karena harus membayar, maka penulis memutuskan tidak memasukkan lamaran. Penasaran dengan sistem perekrutan seperti ini, penulis mencari informasi dari orang yang sudah membayar untuk  memasukkan lamaran kerja. Tahu gak kalau kerjaannya nanti seperti sistem MLM. Jadi orang yang sudah membayar tadi udah otomatis diterima kerja, kerjaan pertama adalah menjual produk senilai tertentu dan harus terjual habis. Setelah sukses menjual habis produk yang ditargetkan, maka orang tersebut kerjaannya beralih menjadi mewawancarai orang-orang yang melamar kerjaan. Dalam pikiran penulis, kerjaan macam apa ini, mirip banget dengan MLM.

Kemarin pernah ngobrol dengan seorang teman yang sedang sibuk mencari perkejaan. Dia berkeluh kesah kalau mencari pekerjaan sekarang sulit banget. Aku saranin cari kerjaan di iklan lowongan kerja di koran saja, biasanya kalau hari sabtu banyak lowongan kerja. Tapi temanku itu bilang 'ogah ah', banyak yang menipu iklannya, dia bilang temennya ada yang pernah tertipu ketika melamar iklan lowongan di koran. Penulis kemudian memberikan beberapa tips melamar kerjaan iklan lowongan kerja di koran.

Terus yang seperti apa ciri-ciri iklan lowongan yang termasuk tipu-tipu? Berdasarkan pengalaman penulis yang sudah malang melintang di dunia cari kerja, berikut ciri-ciri iklan lowongan kerja tipu-tipu :


  • Dalam iklan tidak disebutkan secara spesifik posisi yang dibutuhkan. Jadi di iklan hanya ducantumkan 'dibutuhkan karyawan

  • Semua jenjang pendidikan bisa melamar. Di iklan ditulis pendidikan SD sd S1

  • Tidak ada skill yang diperlukan. Di iklan tidak dicantumkan skill apa yang harus dikuasai untuk melamar posisi tersebut


Jadi, kalau ada iklan lowongan kerja di koran, ketiga poin yang telah saya sebutkan diatas ada, maka bisa dipastikan Anda akan kecewa bisa melamar pekerjaan tersebut. Semoga bermanfaat

1 comments:

Kerja Lowongan...

[...]Ciri Iklan Lowongan Kerja Tipu-tipu[...]...

Post a Comment