Sunday, December 9, 2012

Mengatasi Korupsi dengan Hipnotis

Minggu, 9 desember ini adalah hari anti korupsi sedunia, dan Indonesia adalah salah satu negara terkorup di dunia. Konon katanya, korupsi di negeri ini sudah begitu parahnya, bukan cuma menjadi penyakit, tetapi sudah menjadi budaya atau telah mendarah daging. Jadi, sangat sulit memberantasnya. Walaupun begitu, ada segelintir orang atau lembaga yang masih percaya, korupsi di negeri ini bisa diberantas. Segelintir orang itu adalah aku, dan orang-orang lain yang tidak bisa saya sebut satu-satu. Sedangkan lembaga yang masih percaya korupsi di negeri ini bisa dihapuskan adalah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), kalau mereka tidak optimis korupsi bisa dihapuskan, tentu mereka tidak akan bersemangat dalam memberantas korupsi.

Tetapi, satu persen orang dari jutaan orang di negeri ini tidak akan bisa serta merta dapat memberantas korupsi di negeri ini. Kalau diibaratkan, membuat tawar air laut dengan seember air tawar itu omong kosong belaka. Makanya diperlukan kesadaran diri sendiri, kesadaran tiap individu yang timbul dari lubuk hati yang dalam. Bukan karena paksaan semata. Apakah itu bisa diwujudkan? Pertanyaan yang tidak bisa dijawab, tetapi perlu dicoba. Dulu pernah dicoba di sekolah-sekolah yang namanya kantin kejujuran, yang tujuannya untuk menumbuhkan sifat jujur. Apa hasil dari program tersebut, kantin kejujurannya rugi.

Inti dari korupsi adalah ketidakjujuran, makanya untuk melawannya yaitu dengan menggalakkan atau menyadarkan orang-orang untuk jujur. Program kantin kejujuran gagal. Terus harus dilakukan dengan program apa? Kalau boleh berandai-andai, saya ingin setiap orang dibuat terhipnotis seperti di acaranya Uya Kuya di sebuah stasiun televisi itu. Di acara tersebut, Uya Kuya membuat korbannya terhipnotis, saat terhipnotis tersebut, korban setiap ditanya sepertinya jujur. Inti dari andai-andai saya adalah setiap orang di negeri ini terhipnotis dan kemudian menjadi jujur. Lalu, apakah harus meminta bantuan Uya Kuya untuk menghipnotis setiap orang di negeri ini? Tentu tidak, bisa sekarat dia. Caranya yaitu setiap orang menghipnotis dirinya sendiri untuk jujur, tidak serakah, dan takut kepada Tuhan.

Tulisan di atas adalah imajinasi saya, bagaimana dengan imajinasi Anda?

0 comments:

Post a Comment