Tuesday, December 25, 2012

Jembatan Penyeberangan



Jembatan penyeberangan yang aku tahu di Semarang ada sekitar sembilan; di Banyumanik satu, di Jatingaleh satu, di Kesatrian ada dua ( di pertigaan kesatrian sama di depan sekolah iti), di pasar Peterongan satu, di pasar Johar satu, di Bulu satu, di Karangayu satu, dan di Krapyak satu. Itu yang aku tahu. Mungkin masih ada di tempat lain. Masihkah kita menggunakan jembatan penyeberangan untuk menyeberang jalan? Yang jawab ya mungkin sedikit, karena memang jarang orang

memanfaatkan jembatan penyeberangan untuk menyeberang jalan. Orang-orang lebih suka menyebrang langsung jalan raya. Alasan kenapa tidak menggunakan jembatan penyeberangan padahal ada jembatan penyeberangan di dekatnya adalah karena tidak praktis, capek harus naik turun tangga.

Mungkin jembatan penyeberangan adalah salah satu fasilitas yang dibuat pemerintah jadi mubadzir karena sangat sedikit yang menggunakannya. Mungkin perlu suatu terobosan baru agar orang mau menggunakan jembatan penyeberangan. Seperti, membuatnya seperti jembatan yang menghubungkan Mall Citraland dengan Plaza Simpang 5 Semarang, yaitu dibuat toko atau kios-kios, mungkin juga dibuat cafe pada malam hari. Kalau misalkan di atas jembatan penyeberangan dibuat tempat usaha, orang tidak hanya sekedar menyeberang tetapi juga bisa melihat-lihat dagangan yang dijajakan. Kalaupun misalnya tidak digunakan untuk fungsi lain, mungkin jembatan dibuat lebih menarik, seperti dibuat jadi lebih sejuk. Jembatan penyeberangan juga kalau bisa dibuat lebih tertutup, maksudnya dibuat orang yang lewat tidak bisa melihat lalu lalang kendaraan dibawahnya, ini tujuannya untuk mengakomodir mereka yang takut ketinggian. Sehingga orang yang takut ketinggian juga bisa menggunakan fasilitas umum tersebut.



Kalau saya, lebih cenderung memilih menggunakan jembatan penyeberangan untuk penggunaan lain, semisal untuk tempat usaha atau cafe mungkin. Alasannya selain bisa menambah pendapatan pemerintah dari persewaan tempat, juga membuka lapangan pekerjaan. Tapi ya semua itu tergantung pemerintah, saya hanya mengemukakan imajinasi saya.

Bagaimana dengan imajinasi Anda?

0 comments:

Post a Comment