Friday, December 21, 2012

Brave, Tontonan Oke di Hari Ibu



Sebelumnya saya ucapkan selamat hari Ibu untuk ibu-ibu di seluruh dunia.

Kenapa saya merekomendasikan film Brave? Karena film ini bercerita tentang hubungan ibu dengan anaknya, dalam film ini diwakili oleh Elenor dengan putrinya Merida. Sebagai seorang

putri raja, Merida harus menerima takdirnya yaitu dinikahkan dengan salah satu anak bangsawan yang diundang raja, sedangkan dia sendiri belum siap untuk memilih. Elenor sebagai permasuri sekaligus Ibu dari Merida memaksa putrinya untuk memilih satu dari tiga pangeran yang datang ke kerajaannya.

Keras kepala bertemu keras kepala. Masing-masing ingin mempertahankan pendapatnya tanpa mau mendengar pendapat orang. Jadilah seperti film animasi Brave ini. Merida mungkin akan menyesal seumur hidupnya jika saja dia tidak mampu mengembalikan Ibunya seperti semula. Begitu juga Elenor, tidak akan memahami keinginan putrinya kalau tidak terjadi kejadian yang menimpanya.



Film Brave ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Apakah harus ada pengalaman dulu baru bisa memahami? Kalau harus pengalaman dulu, resikonya bisa berbahaya, seperti film Brave ini. Kalau dalam contoh nyata kehidupan saat ini, misal seorang anak cewek dipaksa menikah dengan pilihan orang tua (ini bukan jaman Siti Nurbaya, tapi memang masih ada), tetapi karena tidak mau anak cewek tersebut minggat dari rumah. Apakah harus ada peristiwa minggat ini untuk bisa memahami keinginan anak?

Tidak cuma untuk urusan tersebut di atas, kadang dibidang pendidikan, orang tua juga memaksakan anaknya. Contohnya, harus kuliah di jurusan ini, harus bisa masuk sekolah favorit ini, nilai rapot harus segini. Seorang anak adalah makhluk hidup juga seperti orang tuanya, mereka bukan benda mati seperti ruangan yang bisa kalian cat warna apa saja dan menaruh barang apa saja di dalamnya. Mereka punya keinginan, harapan, cita-cita, dan selera sendiri. Biarkan mereka mengecat kehidupan mereka sendiri, menaruh puzzle-puzzle dalam kehidupannya sendiri.



Memang, orang tua terutama seorang ibu tidak terkira jasanya bagi anak-anaknya. Tetapi banyak yang bilang, kalau tugas mereka adalah mendidik dan mengarahkan. "Ruanganmu enaknya dicat warna ini, dikasih barang ini, dan diatur seperti ini" Kalau nanti mereka mengecat dengan warna lain, menaruh barang-barang lain, dan mengatur ruangan berbeda dengan arahan orang tua, biar saja, kalau tidak melanggar agama dan membahayakan diri sendiri dan orang lain, kenapa dilarang?

Untuk para Ibu dan juga anak-anaknya, cobalah nonton film Brave ini dan ambil pelajaran darinya.

Sekali lagi, selamat hari Ibu. Jasamu tak terkira banyaknya.

0 comments:

Post a Comment