Wednesday, December 19, 2012

Belajar dari How to Train Your Dragon



How to train your dragon adalah sebuah film anime yang bercerita tentang peperangan antara manusia melawan naga. Lebih tepatnya, naga-naga menyerang perkampungan untuk mengambil makanan kampung yang diserang tersebut. Cerita yang mengambil latar belakang dongeng viking ini menceritakan seorang viking muda yang bernama Hiccup, kalau dalam subtittle disebut 'Cegukan'. Di awal cerita dikisahkan jika viking muda ini ingin membantu melawan naga-naga yang menyerang, sempat di larang, tetapi karena sibuk melawan naga, cegukan mampu menyelinap keluar dengan membawa sebuah benda yang dia dorong keluar. Benda tersebut ternyata sebuah alat untuk menangkap naga. Dia kemudian membidik dan shoot... sepertinya bidikan cegukan mengenai sebuah naga. Tetapi sedetik kemudian sebuah naga besar menyerangnya, untung saja bapak Cegukan menolongnya.

Keesokan harinya, tanpa sepengatuan siapa pun, cegukan pergi ke dalam hutan. Mungkin karena kesal dimarahi bapaknya tadi malam karena keteledorannya yang bisa menyebabkan nyawanya sendiri melayang. Di dalam hutan itulah dia bertemu seekor naga yang sepertinya adalah naga yang kena bidikannya tadi malam. Dibebaskannya naga tersebut. Dari pertemuan dengan naga inilah awal Hiccup mempelajari tentang naga, termasuk membuatkan sirip ekor sebelah kiri naga yang patah. Naga yang kemudian menjadi teman Hiccup adalah jenis naga yang langka, belum pernah ada orang yang berhasil melihat apalagi memukul. Orang-orang menyebutnya Night Fury. Dari berteman dengan night fury ini, Cegukan jadi tahu kelemahan naga. Contohnya, naga takut pada ular loreng-loreng, naga suka pada rumput tertentu, dll. Kelemahan-kelemahan yang diketahui itu diterapkan dalam pelatihan melawan naga, dan berhasil. Orang-orang jadi heran, kok dia bisa menaklukkan naga dengan mudah.



Suatu hari, cegukan mengajak Astrid, seorang cewek yang curiga dan penasaran dengan tingkah polah cegukan yang mencurigakan. Mereka terbang naik night fury. Mereka terbang kesana kemari, naik ke awan, terbang di atas laut. Tanpa disadari, mereka berada dalam kerumunan naga yang terbang menuju ke sebuah tempat.Mereka mengikuti naga-naga tersebut yang ternyata memasuki sebuah goa. Di dalam goa, naga-naga menjatuhkan makanan yang dibawanya. Ada seekor naga hanya menjatuhkan makanan yang berupa ikan kecil, tiba-tiba dari dasar keluar monster yang sangat besar mencaplok naga yang menjatuhkan ikan kecil tersebut. Melihat peristiwa tersebut, Cegukan jadi tahu, ternyata selama ini naga-naga mencuri makanan dan menyerang desa hanya untuk menyetor makanan ke monster besar tadi. Kalau tidak menyetor, akan dimakan.



Singkat cerita, cegukan bersama rekan-rekannya di pelatihan bekerja sama dengan naga-naga yang telah ditangkap untuk menyerang monster naga besar. Akhirnya, Cegukan yang dibantu naga night fury mampu mengalahkan monster naga. Cerita selanjutnya, orang-orang hidup bersama dengan naga-naga yang dulu menyerang dan mencuri makanan mereka.



Apa yang bisa kita pelajari dari film di atas. Saya jadi ingat konflik pengurus sepakbola di Indonesia, yaitu antara PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dengan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia). Konflik dua pengurus sepakbola Indonesia ini seperti pertarungan antara orang dengan naga di film tersebut di atas. Dalam film, orang dan naga akhirnya bersatu untuk menyelesaikan masalah yang lebih besar. Dengan tumbangnya monster naga, maka naga-naga tidak perlu lagi menyetor makanan ke monster, yang berarti juga tidak perlu menyerang perkampungan untuk mendapatkan makanan.



Pertarungan PSSI dan KPSI seharusnya tidak perlu terjadi jika mereka tahu masalah yang lebih besar yang harus dituntaskan, yaitu PRESTASI sepakbola Indonesia. Pengelolaan sepakbola saja semrawut, bagaimana mau berprestasi. Jadi, saya pikir pengurus PSSI dan KPSI perlu nonton bareng film ini kemudian dapat mengambil hikmah darinya. Bersatulah wahai pengurus sepakbola ndonesia.

0 comments:

Post a Comment