Wednesday, November 28, 2012

Bertemu dengan Orang yang Mirip dengan Teman



Kalau bertemu dengan seseorang yang mirip dengan teman kita, sedangkan kita sendiri tidak tahu kalau orang itu bukan teman kita, mungkin kita akan langsung menyapa dan mungkin langsung nyerocos ngomong ini itu. Baru berhenti nyerocos kalau orang yang kita sangka teman kita itu heran atau memperlihatkan ekspresi yang berbeda, kemudian meninggalkan kita. Barulah kita sadar kalau dia itu bukan teman kita, hanya mirip saja. Apa reaksi kita? Malu, nyengir-nyengir, dan meminta maaf karena salah orang.

Situasi di atas terjadi jika kita bertemu dengan orang yang mirip dengan teman kita dan kita akrab dengan teman tersebut. Bagaimana jika kita bertemu orang yang mirip teman tapi kita sendiri tidak akrab dengan teman tersebut atau kita hanya sekedar satu almamater? mungkin kita hanya membatin, itu anak kelas ini atau itu sepertinya anak jurusan itu.

Bagimana jika bertemu dengan orang yang mirip dengan teman yang kita sendiri tidak cocok dengan teman tersebut? Tentu kita akan menghindar, kalau pun lihat pura-pura tidak lihat. Bagaimana kalau kasusnya, kita dikenalkan teman dengan temannya yang wajahnya mirip dengan orang atau teman yang kita tidak cocok? Tidak bisa menghindar sudah pasti. Terus apakah kita juga harus tidak suka dengan orang yang dikenalkan teman kita itu? Tentu tidak. Apakah karena wajah mirip, kita juga membenci orang yang dikenalkan teman kita? Seratus persen tidak. Kita kan membenci orangnya, bukan wajahnya. Tetapi, hal yang sering terjadi adalah kita tetap membenci orang yang mirip dengan orang yang kita tidak suka. Seperti yang saya alami, saya dikenalkan dengan orang yang wajahnya mirip dengan orang yang saya sendiri tidak cocok. Saya bersikap sama, illfill. Pengen tidak bersikap seperti itu, tetapi tidak bisa, karena setiap melihat wajah orang yang dikenalkan itu seperti melihat orang yang kita benci. Dilema.

Bagaimana dengan Anda?

0 comments:

Post a Comment