Tuesday, May 8, 2012

Tips Mencegah Terjadi Penipuan

Di media masa sering ada pemberitaan tentang terjadinya penipuan, atau malah Anda, keluarga, atau tetangga pernah tertipu. Pertanyaannya, mengapa bisa sampai tertipu? Tidak ada yang menjawab, semua mengangkat bahu. Memang, tertipu itu seperti sebuah mimpi. Tidak terduga, diluar kendali, dan tidak terpikirkan sebelumnya. Kita baru tahu telah tertipu setelah semuanya berlalu. Harta benda sudah melayang.Ada beberapa sebab mengapa seseorang bisa tertipu :

Mudah panik
Contoh kasus nyata. Cerita temenku yang saudaranya tertipu. Ceritanya, saudara temenku itu dapat telepon dari seseorang yang bilang kalau dia itu tetangganya mengabarkan jika anaknya saudara temenku kecelakaan. Si penelepon bilang kalau dia mau membawa yang kecelakaan ke rumah sakit tetapi dia tidak membawa uang, maka dia minta ditransfer sejumlah uang untuk biaya pendaftaran masuk rumah sakit. Karena panik, tanpa mengecek kebenaran berita, misalnya menelepon anaknya, atau bertanya siapa nama si penelepon, saudara temenku itu langsung mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan penelepon. Saudara temenku baru sadar tertipu setelah anaknya itu pulang dari sekolah tidak kenapa-napa.

Mata Duitan
Karena iming-iming hadiah jutaan, motor, mobil, rumah, atau pun keuntungan yang berlipat-lipat dari investasi sedikit, orang bisa gelap mata dan bilang iya serta langsung menyerahkan sejumlah uang tanpa pikir panjang. Seperti yang dialami tetanggaku. Dapat tawaran investasi dengan keuntungan berlipat-lipat, sampai-sampai mengorbankan harta, tetapi yang diiming-imingkan tidak kunjung didapat juga

Dari dua penyebab kena tipu di atas, kita bisa tahu cara mencegah agar tidak tertipu, yaitu; tidak mudah panik dan jangan mata duitan.
Kadang panik itu menjadi sifat seseorang. Apa saja bisa membikin panik. Untuk orang yang mempunyai sifat panik, sebaiknya mendengarkan saran orang lain, suadara atau tetangga, atau meminta tolong mereka untuk masalah yang dihadapi.

Untuk mereka yang mata duitan, jangan mudah untuk tergiur dengan iming-iming, pikir ulang dulu, atau analisa terlebih dahulu investasi yang ditawarkan. Dalam ekonomi berlaku prinsip semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin besar juga resikonya. Menabung itu keuntungannya kecil tapi aman, sedangkan jual beli saham itu keuntungannya besar tapi resikonya juga sama besarnya, atau malah bisa membuat bangkrut. Kedua, dalam ekonomi juga berlaku prinsip, modal besar keuntungan besar, modal kecil keuntungan juga kecil. Jadi kalau ada yang menawari investasi aman tetapi keuntungan berlipat-lipat ganda, itu bohong besar.

Dan akhirnya, saya hanya bisa berkata seperti yang diucapkan bang napi "waspadalah!"

0 comments:

Post a Comment