Saturday, May 5, 2012

Negara Ini Mengajari Rakyatnya Berbohong

Negara manakah? Negara yang kita tempati ini. Saya akan memberikan contoh nyata. Ada dua yang saya ketahui.

Pertama. Kalau bidang pekerjaan Anda perpajakan, tentu sudah tahu, kalau laporan SPT (Surat Pemberitahuan) Badan Tahunan, perusahaan mau tidak mau laporannya harus dibuat laba. Maksudnya mau tidak mau adalah sebenarnya laporan SPT Badan rugi itu boleh, tetapi kalau laporan SPT Tahunan Badan rugi, maka perusahaan tersebut akan diperiksa oleh dirjen pajak. Diperiksa inilah yang membuat perusahaan-perusahaan keder atau takut. Konon katanya, petugas pemeriksa itu suka cari-cari masalah perusahaan. Maka, banyak perusahaan yang walaupun sebenarnya dalam keadaan merugi, tetapi laporan SPT Tahunan Badannya dibuat laba. Kesimpulan saya, negara melalui dirjen pajak-nya itu minta dibohongi atau dengan kata lain, minta dibohongi. Kalau kesimpulan secara ekonomis, negara tu ingin semua rakyatnya membayar pajak, untung ataupun rugi, semuanya harus tetap bayar pajak.

Yang kedua. Ini ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Telah kita ketahui, sekarang, untuk  bisa lulus, adik-adik kita yang masih sekolah, harus memenuhi standar kelulusan. Kalau nilainya dibawah standar, maka tidak lulus. Ini yang membuat malu, tidak cuma anaknya, tetapi orang tua, guru, dan sekolahnya juga malu. Makanya, bukan cuma siswa saja yang pusing, orang tua, guru, dan sekolah juga pusing.

Anak didik jadi was-was. Bagi mereka yang pandai, cerdas. Menyerap pelajaran yang diberikan guru mungkin mudah. Tetapi bagi mereka yang pas-pasan kecerdasannya. Harus susah payah untuk paham dan mengerti pelajaran yang diberikan guru. Maka agar bisa mengerjakan soal ujian dan lulus sekolah, kadang mereka menghalalkan segala cara. Mencontek misalnya, atau mencari bocoran soal. Inilah yang saya sebut mengajari rakyatnya untuk berbohong

Orang tua pusing karena harus memikirkan belajar anaknya, harus memberikan pelajaran tambahan dengan mengikutkan les-les. Dengan begitu, orang tua harus memikirkan biaya tambahan untuk les anaknya. Padahal, penghasilannya pas-pasan.

Guru dan sekolah juga pusing, mereka ingin semua anak didiknya lulus, biar murid senang, orang tua senang dan nama sekolah juga terjaga. Sekolah tentu tidak ingin ada berita, banyak anak didik di sekolah tersebut tidak lulus. Berita itu bisa menurunkan reputasi sekolah. Lha...guru dan sekolah juga berperan agar anak didiknya lulus semua. Caranya? ini teman kantor yang tetangganya seorang guru. Guru-guru meminta siswa yang pandai dan cerdas untuk berbagi jawaban dengan temannya. Istilah kasarnya, memberi contekan ke temannya. Lain lagi untuk sekolah yang jumlah anak pandai dan cerdasnya sedikit, guru dan sekolah biasanya meminta bantuan seseorang atau beberapa untuk ikut mengerjakan soal ujian, kemudian jawaban soal itu dibagi ke seluruh siswa.

Mungkin sengaja atau tidak, itulah yang terjadi. Negara ini telah mengajarkan rakyatnya untuk berbohong. Kalau begini, mana bisa korupsi diberantas tuntas. Karena negara saja mengajarkan ketidakjujuran.

Mungkin benar kata orang-orang, sistem yang membuat korupsi sulit diberantas. Karena sistem yang berlaku di negara ini memungkinkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab bisa melakukan korupsi.

Menurut saya, sistem di negara ini harus diubah semua tanpa kecuali.

0 comments:

Post a Comment