Wednesday, May 2, 2012

Imajinasi Tentang Kota Semarang

Kemarin, tepatnya tanggal 2 Mei, kota semarang tepat berulang tahun yang ke-465. Usia yang tidak terbilang muda, empat abad lebih. Bagaimanakah perkembangan kota ini selama itu? Adakah kemajuan dan perkembangan positif lainnya?

Sebagai warga asli kota semarang, saya merasa perkembangan kota ini standar saja. Pembangunan di kota ini berjalan lebih lambat sedikit dari pada kota besar lain di Indonesia. Mungkin, semarang bisa menjadi seperti sekarang ini karena menjadi jalur utama perdagangan di pulau jawa, dan juga merupakan pusat pemerintahan propinsi jawa tengah.

Sebagai kota pantura, kota dipinggiran pantai. Rob adalah masalah utama di kota ini. Tapi sayang, penanganannya kurang maksimal. Rob, tiap tahunnya semakin meluas. Banjir juga menjadi trade mark kota ini. Setiap hujan, banjir pasti terjadi, baik di sungai maupun di jalan raya.

Saya merasa, kota ini tidak bisa memaksimalkan kekayaan yang dimilikinya. Salah satunya bangunan-bangunan kuno yang dimiliki. Kalau di kota lain, bangunan kuno tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Sedangkan di semarang, hanya sedikit saja bangunan kuno yang dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi. Bahkan, banyak bangunan kuno yang dibiarkan rusak 'dimakan' rob dan banjir.

Sebagai warga kota ini, saya mendambakan kota ini punya tempat rekreasi air. Memang sih, sudah ada Pantai Maron dan Marina, tetapi kondisinya memprihatinkan, pantainya kotor. Menurut saya, rekreasi di tengah kota sebenarnya juga bisa dibangun. Saat ini, di Banjir Kanal sedang dibangun. Salah satunya nanti akan ada sarana rekreasi. Di daerah rob, tepatnya di jalan ronggolawe ada genangan rob yang saya kira bisa dimaksimalkan menjadi sarana rekreasi di tengah kota, apalagi disitu ada bangunan kunonya.

Selamat Ulang Tahun kota Semarang

0 comments:

Post a Comment