Sunday, February 5, 2012

Katakan Tidak Pada Korupsi

stop korupsiMasih ingat dengan slogan di atas? Yup, slogan di atas digunakan oleh sebuah partai di Indonesia untuk kampanye mereka. Entah karena pengaruh iklan tersebut di televisi atau karena faktor lain, partai yang membuat iklan tersebut menang pemilu. Sekarang, tiga tahun setelah pemilu tahun 2009, partai yang mengiklankan kampanye anti korupsi, kader-kadernya terjerat perkara korupsi. Sungguh ironis. Kalau benar-benar memang kader-kader partai tersebut melakukan tindak pidana korupsi, itu sama saja seperti ungkapan 'Maling Berteriak Maling', atau 'Koruptor berteriak Koruptor'.

Salah satu kader yang terindikasi melakukan korupsi adalah seorang mantan putri Indonesia. Kalau menurut saya, seorang putri Indonesia itu harusnya memiliki kepribadian yang sempurna, termasuk di dalamnya jiwa anti korupsi. Menurut keluarganya pun, mereka merasa tidak percaya jika keluarganya itu terlibat tindak pidana korupsi. Akibat berita tentang keterlibatan seorang artis menjadi tersangka, acara gosip di televisi jadi ramai dengan berita tentang artis ini.

Saya tidak ingin ikut-ikutan menggosip. Saya ingin beropini saja. Kalau ternyata korupsi itu bisa menjangkiti siapa saja. Mungkin kalau belum masuk dalam tempat 'basah' atau nominal uang yang ditawarkan kecil, misalnya diberi hadiah notebook tipis, ultrabook, yang harganya cuma puluhan juta, seseorang bisa mengatakan "Tidak pada Korupsi", tetapi jika nominalnya telah mencapai miliaran rupiah, jiwa anti korupsinya tertutupi kilauan uang miliaran rupiah. Korupsi bukan lagi sebuah budaya, tetapi telah menjadi bagian tubuh manusia Indonesia. Korupsi telah menjadi jiwa Bangsa Indonesia. Jiwa korupsi terlahir bersama dengan setiap bayi yang lahir.

Jadi, lembaga pemberantas korupsi tidak akan bisa secara tuntas memberantas korupsi di negeri ini. Satu korupsi teratasi, akan tumbuh korupsi lain. Satu orang koruptor tertangkap, akan ada yang menggantikan untuk melakukan korupsi. Lalu apakah korupsi tidak bisa benar-benar hilang dari negeri ini? BISA. Setiap individulah yang bisa memberantas korupsi di negeri ini. Bukan hanya katakan tidak pada korupsi, tetapi dalam tindakan nyata tidak mau melakukan korupsi. Jika setiap individu bisa menekan bahkan membunuh jiwa korupsi yang ada di dalamnya, saya optimis Indonesia akan bebas dari korupsi.

1 comments:

I do trust all of the ideas you have presented on your post. They are very convincing and will definitely work. Still, the posts are very brief for newbies. May just you please lengthen them a bit from subsequent time? Thank you for the post.

Post a Comment