Tuesday, January 3, 2012

Langkah Setelah Membuat Resolusi Tahun 2012

realisasi resolusi tahun 2012Setelah membuat resolusi tentu harus ada langkah nyata untuk mewujudkannya biar tidak dianggap OMDO atau hanya menghayal saja. Dalam ajaran agama dijelaskan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya. Maka dari itu harus ada langkah nyata untuk mewujudkan resolusi yang kita buat. Langkah-langkah untuk mewujudkan resolusi tersebut harus disusun secara sistematis agar bisa tercapai dengan sukses. Tidak lupa juga untuk berdoa agar resolusinya tercapai.Setelah usaha dilakukan dan doa dipanjatkan ternyata resolusinya tidak tercapai bagaimana? Mungkin anda bisa belajar dari dongeng yang saya kutip dari buku pesantren dongeng ini. Dongengnya begini :

Pada suatu masa, hiduplah seorang raja yang bijaksana dan gagah berani. Raja tersebut mempunyai seorang patih yang sangat bijaksana, sehingga negeri yang dipimpin oleh raja tersebut menjadi negeri yang aman tentram dan sejahtera rakyatnya.


Suatu waktu, raja ingin berburu, dan patihnya juga diajak serta. Ketika memasuki sebuah hutan, tiba-tiba kuda yang ditunggangi raja meringking dan mengangkat kedua kaki depannya. Raja paham itu adalah sebuah tanda bahaya. Benar saja, ada sebuah ular yang sangat berbisa ada di depan. Tiba-tiba ular tersebut menyerang raja. Raja dengan sikap menghunus pedang dan mengibaskannya untuk menghalau serangan ular tersebut.


Raja mampu memotong ular tersebut menjadi dua, tetapi naas, ular tersebut terlanjur menggigit jari kelingking raja terlebih dahulu. Patih yang tahu kalau bisa ular tersebut sangat mematikan, maka patih menyarankan raja untuk memotong jari kelingkingnya. Dengan serta merta raja memotong jari kelingkingnya.


"Untung saja raja segera memotong jari kelingkingnya, kalau tidak, raja bisa terbunuh" kata patih sambil memperhatikan jari kelingking raja yang dibalut oleh pengawalnya.


"Untung bagaimana, Patih! aku jadi tidak punya jari kelingking lagi" raja tersinggung dengan ucapan patihnya karena menganggap jari kelingking raja putus adalah sebuah keberuntungan.


Karena tersinggung, raja kemudian memerintahkan pengawalnya untuk menangkap patih dan menjebloskannya ke penjara.


Setelah patih dibawa kembali ke kerajaan untuk dimasukkan penjara, raja beserta pengawalnya melanjutkan perjalanan memasuki hutan.


Di tengah hutan, bahaya kembali menghampiri raja beserta pengawalnya. Kali ini bahaya berasal dari suku pedalaman yang mencari mangsa untuk dijadikan korban persembahan. Karena kalah jumlah, raja dan pengawalnya yang tersisa tertangkap semua.


Sebelum dijadikan korban persembahan, raja dan para pengawalnya diperiksa satu-satu. Ketika memeriksa raja, suku pedalaman tersebut menemui jika raja cacat karena jari kelingkingnya putus. Pemimpin suku tersebut memerintahkan untuk melepaskan raja, nanti kalau dijadikan korban persembahan malah membawa bencana.


Setelah dilepaskan, raja berlari kencang untuk menjauh dan kembali ke  kerajaannya. Sampai di kerajaannya, raja langsung menuju penjara tempat dimana patihnya ditahan.


"Maafkan aku patih, ternyata engkau benar. Karena cacatku ini, aku tidak jadi dijadikan sebagai korban" kata raja setelah melepaskan patihnya tersebut.


"Aku yang harus berterima kasih paduka"


Raja heran dengan ucapan patihnya


"Karena dipenjara, aku jadi ikut selamat" patih melanjutkan ucapannya.


Hikmah yang dapat dipetik dari dongeng di atas adalah Sesuatu yang menurut kita baik belum tentu membawa kebaikan bagi kita, sebaliknya, sesuatu yang menurut kita buruk, belum tentu membawa keburukan bagi kita.

Jadi kalau kita membuat resolusi untuk tahun 2012 ini, kemudian kita telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkannya dan doa juga telah kita panjatkan dengan sungguh-sungguh ternyata resolusi yang kita buat tidak tercapai. Barangkali Tuhan punya rencana lain yang lebih baik untuk kita.

0 comments:

Post a Comment